Struktur dan Fungsi Tubuh Hewan

                                     STRUKTUR DAN FUNGSI TUBUH HEWAN



1.    IKAN

Ikan adalah vertebrata air. Mereka membuat lebih dari setengah dari semua spesies vertebrata. Ikan sangat penting dalam studi evolusi vertebrata karena beberapa ciri vertebrata penting berevolusi pada ikan. Ikan menunjukkan keragaman besar dalam ukuran tubuh. Mereka rentang panjang dari sekitar 8 milimeter (0,3 inci) sampai 16 meter (sekitar 53 kaki). Sebagian besar ektotermis dan ditutupi dengan sisik. Sisik melindungi ikan dari predator dan parasit dan mengurangi gesekan dengan air. Beberapa, sisik tumpang tindih memberikan penutup fleksibel yang memungkinkan ikan untuk bergerak dengan mudah saat berenang

Cara Ikan Beradaptasi Terhadap Air

1.    Ikan memiliki insang yang memungkinkan mereka untuk “bernapas” dan mengambil oksigen didalam air. Air masuk mulut, melewati insang, dan keluar dari tubuh melalui lubang khusus. Insang menyerap oksigen dari air saat melewati mereka.

2.    Ikan memiliki aliran tubuh berlapis. Mereka biasanya panjang dan sempit, yang mengurangi hambatan air ketika mereka berenang.

3.    Kebanyakan ikan memiliki beberapa sirip untuk berenang. Mereka menggunakan beberapa sirip mereka untuk mendorong diri melalui air dan lainnya untuk mengarahkan tubuh saat mereka berenang.

4.    Ikan memiliki sistem otot untuk gerakan. Kontraksi otot riak melalui tubuh dalam bentuk gelombang dari kepala ke ekor. Kontraksi cambuk sirip ekor terhadap air untuk mendorong ikan melalui air.

5.    Kebanyakan ikan memiliki kandung kemih berenang. Ini adalah organ seperti balon yang berisi gas. Dengan mengubah jumlah gas di dalam kandung kemih, ikan dapat bergerak ke atas atau ke bawah melalui kolom air.

Sistem Pencernaan Pada Ikan Mas

•    Di dalam rongga mulut ikan terdapat gigi-gigi dan lidah yang berfungsi untuk menelam makanan. Ikan mas tidak memiliki kelenjar ludah, tetapi memiliki kelenjar lendir yang berguna untuk membantu menelan makanan.

•    Pada proses pencernaan, makanan dari rongga mulut masuk ke kerongkongan (esofagus). Esofagus adalah permulaan dari saluran pencernaan yang berbentuk seperti pipa, mengandung lendir untuk membantu penelanan makanan. Pada ikan laut, esofagus berperan dalam penyerapan garam melalui difusi pasif menyebabkan konsentrasi garam air laut yang diminum akan menurun ketika berada di lambung dan usus sehingga memudahkan penyerapan air oleh usus belakang dan rectum (proses osmoregulasi).

•    Lambung berfungsi sebagai penampung makanan. Pada ikan yang tidak berlambung fungsi penampung makanan digantikan oleh usus depan yang dimodifikasi menjadi kantong yeng membesar. Pada ikan tak bergigi (biasanya herbivora) terdapat gizzard yang berfungsi untuk menggerus makanan. Seluruh permukaan lambung ditutupi oleh sel mucus yang mengandung mukopolisakarida yang agak asam berfungsi sebagai pelindung dinding lambung dri kerja asam klorida. Di bagian luar sel epitellium terdapat lapisan lendir sebagai hasil sekresi sel mucus tersebut. Sel-sel penghasil cairan gastric terletak di bagian bawah dari lapisan epitellium mensekresikan pepsin dan asam klorida. Berbeda dengan mamalia pada ikan pencernaan secara kimiawi dimulai di bagian lambung, bukan di bagian rongga mulut, karena ikan tidak memiliki kelenjar air liur.

•    Dari lambung, makanan masuk ke usus.

•    Usus merupakan segmen yang terpanjang dari saluran penceraan. Pada bagian depan usus terdapat dua saluran yang masuk ke dalam yaitu saluran yang berasal dari kantung empedu dan yang berasal dari pankreas. Pankreas merupakan organ yang menghasilkan enzim pencernaan dan hormon insulin. Organ yang menghasilkan empedu dalam kantong empedu adalah hati.

•    Di usus bermuara cairan empedu yang membantu proses pencernaan terutama pencernaan lemak. Di usus halus, sari-sari makanan diserap dan selanjutnya diedarkan oleh darah ke seluruh bagian tubuh.

•    Sisa-sisa makanan yang tidak diserap dikeluarkan melalui anus.

Kesimpulan

Ikan merupakan hewan yang bertahan hidup didalam air (Akuatik), vertebrata ektotermis. Banyak struktur bagian dalam ikan telah beradaptasi untuk gaya hidup di air. Misalnya, ikan memiliki tubuh aliran berlapis yang mengurangi hambatan air saat berenang. Ikan memiliki insang untuk “bernapas” oksigen dalam air dan sirip untuk mendorong dan mengarahkan tubuh mereka melalui air.


2.    AMFIBI

Amfibi adalah hewan bertulang belakang yang dapat hidup di dua alam. Kata amfibi berasalah dari dua kata bahasa Yunani yaitu “Amphi” yang artinya dua, dan “bios” yang artinya hidup. Kebanyakan anggotak kelompok amfibi ini merupakan hewan bertulang belakang (vertebrata), berdarah dingin (poikiloterm), dan berkaki empat (tetrapoda). Amfibi merupakan hewan yang memiliki proses metamorfosis sempurna. Kelompok hewan ini dapat hidup di air maupun di daratan, umumnya ketika di air mereka bernapas dengan menggunakan insang, dan ketika di darat bernapas menggunakan paru-paru. Kulit amfibi merupakan struktur yang lembab dengan banyak pembuluh darah yang berguna untuk penyesuaian tempat hidupnya. Terdapat sekitar 5000 spesies amfibi yang telah diketahui.


CIRI DAN STRUKTUR TUBUH AMFIBI

•    Anggota tubuhnya terdiri atas kepala dan badan (contoh katak) atau kepala, badan dan ekor (contoh salamander).

•    Amfibi merupakan satu-satunya vertebrata yang mengalami metamorfosis sempurna. Artinya amfibi memiliki bentuk dewasa yang sangat berbeda dibandingkan bentuknya saat baru lahir dan mereka mengalami fase larva.

•    Amfibi juga memiliki hati, pankreas, dan kelenjar adrenal.

•    Amfibi adalah hewan berdarah dingin, artinya pengaturan suhu tubuh dilakukan secara eksternal (di luar tubuh).

•    Memiliki 4 kaki (2 pasang) dan terdapat selaput antar jari-jarinya, kecuali pada ordo Caecilia (tidak mempunyai kaki).

•    Kulit halus, tipis, berpori, berlendir, biasanya beracun dan selalu berada dalam keadaan lembab.

•    Sistem Pernapasan, utamanya saat masa larva menggunakan insang sedangkan ketika dewasa menggunakan paru-paru.

•    Sistem Sirkulasi, Jantungnya memiliki 3 ruangan, yaitu 2 atrium dan 1 ventrikel. Peredaran darahnya merupakan peredaran darah tertutup ganda, artinya akan melewati jantung dua kali dalam satu proses peredaran darah.

•    Sistem pencernaan lengkap, terdiri dari mulut, faring, esofagus, lambung, usus dan rektum yang berhubungan langsung dengan koakla (satu-satunya lubang untuk saluran pencernaan, urin dan genital). Amfibi memiliki mulut yang lebar, gigi-gigi kecil dan lidah yang bercabang menjadi dua pada ujungnya. Permukaan lidahnya mengandung zat perekat yang berfungsi untuk menangkap mangsa.

•    Sistem Eksresi, Amfibi memiliki ginjal dan saluran kemih yang mengatur proses eksresi padanya. Akhir dari saluran kemih tersebut juga sama dengan saluran pencernaan, yaitu koakla (satu-satunya lubang untuk saluran pencernaan, urin dan genital).

•    Sistem Saraf terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer.

•    Sistem indera berupa mata, hidung dan telinga. Kepala amfibi berbentuk segitiga seperti kerucut yang terdiri dari sepasang mata dan pada masing-masing mata ini terdapat kelopak mata atas dan bawah. Pada kelopa mata bawah terdapat membran tipis yang disebut membran niktitans. Membran ini berfungsi untuk melindungi mata dari gesekan dengan air. Lubang hidung pada amfibi berhubungan langsung dengan rongga mulutnya. Telinga amfibi terdiri dari telinga tengah dan telinga dalam, mereka tidak memiliki telinga luar. Pada telinganya juga terdapat salurang yang berhubungan dengan faring yang disebut tuba eustachius, saluran ini berfungsi untuk menyesuaikan tekanan udara pada lingkungan luar tubuh dengan lingkungan dalam tubuh. Katak juga memiliki gendang teling (membran timpani), sedangkan salamander tidak memilikinya, oleh karena itu mereka mendeteksi getaran suara dengan kakinya.

•    Berkembangbiak dengan bertelur dan telur diletakkan dalam air atau tempat yang lembab, fertilisasi (pertemuan sel sperma dengan sel ovum) berlangsung secara eksternal (di luar tubuh), kecuali pada ordo Gymnophiona (Apoda) yang fertilisasinya terjadi secara internal (di dalam tubuh).


3.     REPTIL

Umumnya kita mengenal hewan reptile seperti ular dan buaya. Selain kedua hewan tersebut, masih banyak lagi jenis-jenis reptile di lingkungan sekitar kita. Nah, apa sih definisi dari reptile? Istilah reptile berasal dari kata Reptum yang artinya melata. Reptile juga termasuk tetrapoda yaitu hewan berkaki empat. Jadi, Reptil merupakan organism vertebrata (bertulang belakang) yang melata dan sebagian berkaki empat, memiliki sisik yang menutupi seluruh permukaan tubuhnya dan bersifat poikiloterm (berdarah dingin). Menurut para ahli, reptile merupakan organism pertama yang dapat bertahan hidup di lingkungan yang kering.


STRUKTUR DAN FUNGSI TUBUH REPTIL

Kita telah membahas definisi dari Reptil. Sekarang, kita akan membahas struktur dan fungsi tubuh dari Reptil. Nah, apa aja sih struktur dan fungsi anggota tubuh dari Reptil. Jadi, di sekujur tubuh reptile terdapat sisik yang menutupi seluruh tubuh yang memiliki fungsi untuk melindungi diri dari kekeringan. Selain memiliki sisik di sekujur tubuhnya, reptil juga memiliki kaki-kaki yang pendek disertai ekor yang panjang. Pada setiap kakinya terdapat kuku jari yang tajam yang fungsinya sebagai perlindungan dan pertahanan diri.

Pada bangsa ular, tidak terdapat kaki dan cakar sehingga untuk alat geraknya ular mengerutkan otot di kedua sisi tulang belakangnya. Sebagai alat pertahanan diri sebagian ular dilengkapi bisa contohnya pada King Cobra dan sebagiannya lagi dilengkapi dengan otot yang kuat sehingga dapat melilitkan tubuhnya pada mangsa hingga mangsa tersebut tidak dapat bergerak hingga mati contohnya yaitu pada Phyton. Nah, yang membuat ular sangat unik dari spesies lainnya yaitu ular dapat menelan mangsanya bulat-bulat yang 2x lebih besar dari besar tubuhnya. Luar biasa bukan? Menurut para ahli, struktur anatomis dari rahang ular melekat dengan longgar sehingga dapat membuka hingga 1500 . Karena itulah bangsa ular, terutama dari kelas piton, anaconda dan sejenisnya dapat memangsa seekor  anak sapi. Pada bangsa kadal, sebagai alat pertahanan diri mereka dilengkapi system pertahanan diri secara autotomi. Autotomi yaitu suatu system pertahanan diri dengan cara melepaskan bagian tubuhnya jika dalam bahaya contohnya yaitu cecak yang dapat melepaskan ekornya ketika bahaya. Selain itu, ada pula jenis kadal yang dapat merubah warna tubuhnya menjadi warna yang sama dengan lingkungan sekitar Contohnya yaitu pada bunglon yang dapat berganti warna kulit sebagai kamuflase.


CIRI – CIRI REPTIL

Selain memiliki struktur dan fungsi tubuh yang unik dengan kelas vertebrata yang lainnya. Reptil juga memiliki cirri-ciri khusus. Adapun ciri-cirinya yaitu:

•    Reptil memiliki kulit bersisik dan kering yang terbuat dari zat tanduk yang fungsinya untuk melindungi dari kekeringan.

•    Reptil berjalan dengan melata dimana seluruh tubuh menelungkup ke tanah, sedangkan pada bangsa ular bergerak dengan mengerutkan otot di kedua sisi tulang belakang secara bergantian.

•    Reptil memiliki dua pasang kaki dan pada tiap kaki memiliki cakar. Sedangkan pada penyu kakinya memipih berbentuk kayuh untuk membantu ketika berenang.

•    Reptil berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar) pada penyu dan bertelur melahirkan (ovovivipar) pada ular boa. Fertilisasi secara internal, alat kelamin jantan disebut sebagai hemipenis.


SISTEM ORGAN REPTIL

1. Sistem Sirkulasi

Kelas reptilian memiliki sistem sirkulasi yang lebih maju dari kelas amfibi. Jantung reptilian terbagi atas empat ruangan yaitu atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kanan dan ventrikel kiri serta sebuah sinus venosus. Sistem sirkulasi pada reptil termasuk sistem sirkulasi ganda yang artinya darah yang miskin akan oksigen masuk ke jantung melalui sinus venosus ke atrium kanan lalu ke ventrikel kanan. Lalu darah tersebut dipompa ke paru-paru. Nah, darah yang kaya akan oksigen yang berasal dari paru-paru masuk ke atrium kiri dan kemudian masuk ke ventrikel kiri. Darah dari ventrikel kiri dipompa keluar melalui aorta menuju seluruh tubuh.


2. Sistem pernapasan

Selain memiliki sistem sirkulasi yang lebih maju dari amfibi, reptil juga memiliki sistem pernapasan yang lebih maju juga dari reptil. Umumnya amfibi bernapas menggunakan paru-paru. Udara dari luar masuk melalui lubang hidung-trakea-bronkus dan terakhir ke paru-paru.

Anatomis paru-paru dari setiap reptil berbeda-beda. Pada paru-paru buaya, kadal dan kura-kura lebih kompleks dengan beberapa belahan yang membuat paru-paru tsb terlihat seperti spons. Pada beberapa jenis kadal seperti bunglon afrika, mempunyai kantung hawa sehingga hewan tersebut dapat melayang di udara.


3. Sistem pencernaan

Sistem pencernaan pada reptil terdiri atas beberapa saluran dan kelenjar pencernaan. Nah, saluran tersebut terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus dan kloaka. Sedangkan kelenjarnya terdiri atas kelenjar ludah, pancreas dan hati. Makanan dari mulut yang telah dilumasi oleh kelenjar ludah masuk ke kerongkongan dan kemudian masuk ke lambung. Di lambung makanan ini dicerna dan kemudian menuju usus untuk diserap nutrisinya. Nah, sisa sisa dari makanan tersebut dibuang melalui kloaka dalam bentuk feses (tinja) dengan proses defekasi.


4. Sistem ekskresi

Sistem eksresi pada reptil berupa ginjal, paru-paru dan kulit dan kloaka. Fungsi ginjal yaitu untuk menyaring zat-zat yang tidak dibutuhkan sisa hasil metabolisme tubuh dan mengeluarkannya dalam bentuk urine melalui kloaka. Reptil yang hidup di darat sisa hasil metabolismenya berupa asam urat yang dikeluarkan dalam bentuk setengah padat yang berwarna putih.


5. Sistem Reproduksi

Sistem reproduksi pada reptil tergolong unik. Mengapa? Karena ada beberapa jenis reptil yang bersifat ovipar (bertelur) dan ovovivipar (bertelur-beranak). Contoh dari hewan yang bersifat ovovivipar yaitu pada ular dan beberapa jenis kadal. Telur-telur ular dan kadal tersebut menetas dalam tubuh induknya. Akan tetapi makanan mereka diperoleh dari cadangan makanan yang ada dalam telur, berupa kuning telur. Perbedaan dengan amfibi yaitu fertilisasi terjadi secara internal atau terjadi dalam tubuh betina.


Pada saat musim kawin, penis dari jantan dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina. Ovum yang telah dibuahi akan melalui oviduct dan akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air. Pada kebanyakan jenis reptil telur tersebut akan ditinggalkan di tempat yang hangat oleh induknya., sedangkan induknya menjaga telur tsb dari jauh. Dalam telur terdapat persediaan kuning telur yang melimpah sebagai cadangan makanan.


Selain itu, fakta unik dari reptil yaitu jenis kelaminnya. Pada buaya, telur buaya yang menetas jenis kelaminnya bergantung pada suhu lingkungannya. Jika suhu lingkungannya hangat, maka bayi-bayi buaya yang menetas berjenis kelamin jantan begitupun sebaliknya.

Reptil dari bangsa ular dapat bertahan hidup tanpa makan selama berminggu-minggu, bulanan bahkan tahunan tergantung seberapa besar mangsa yang di dapat. Hal ini dikarenakan metabolism pada tubuh reptil berjalan lambat sehingga mereka membutuhkan bantuan sinar matahari dengan cara berjemur pada saat-saat tertentu.

Peran reptil untuk manusia yaitu sebagai predator bagi hama tikus, nilai estetika untuk kulit buaya dan ular, serta sebagai hewan peliharaan bagi beberapa kalangan.



4.    AVES (BURUNG)

Aves memiliki nama lain yaitu Burung. Aves merupakan hewan vertebrata yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh bulu. Bulu tersebut berasal dari epidermis kulit dan merupakan modifikasi dari sisik pada hewan reptil. Bulu pada burung dapat beradaptasi pada lingkungannya membentuk sayap sehingga sebagian aves memiliki kemampuan untuk terbang. Adapun burung yang memiliki sayap tetapi tidak dapat terbang seperti burung onta, ayam, kiwi, kalkun dll. Selain itu, aves merupakan hewan homoiterm atau hewan berdarah panas serta berkembang biak dengan bertelur dan kemudian dierami sampai menetas (Ovipar). Ilmu yang mempelajari tentang burung yaitu Ornitologi.

CIRI – CIRI AVES (BURUNG)

•    Aves memiliki ciri tubuh yang hampir semuanya ditutupi oleh bulu. Fungsinya yaitu untuk menghangatkan tubuh

•    Mempunyai sayap yang berguna untuk terbang serta sepasang kaki

•    Pada bagian kepala terdapat paruh, sepasang mata, lubang hidung dan lubang telinga

•    Homoiterm (Berdarah Panas)

•    Bernapas dengan paru-paru dan kantung hawa

•    Berkembang biak secara seksual dan ovipar (bertelur)

•    Habitat di air dan di darat

•    Alat ekskresi berupa ginjal dan tidak memiliki kandung kemih


STRUKTUR TUBUH AVES (BURUNG)

•    Permukaan tubuh aves hampir keseluruhan ditutupi oleh bulu yang fungsinya untuk menghangatkan tubuh serta memiliki sepasang kaki yang bersisik.

•    Memiliki leher yang fleksibel serta tengkorak yang berhubungan dengan condylus occipital

•    Memiliki otak yang besar dengan dengan corpora striata padat yaitu bagian otak yang fungsinya mengatur perilaku dan insting. Serta Lobus opticus yang besar yaitu bagian otak yang mengatur penglihatan

•    Mandibula (rahang bawah) terdiri atas tulang yang kompleks serta adanya auditory ossicle (tulang pendengaran)

•    Suara dihasilkan oleh syrinx yang letaknya pada dasar trakea. Larynx yang rudimenter (tidak berkembang) serta tidak memiliki pita suara

•    Tidak memiliki gigi selain gigi telur yang fungsinya untuk merobek cangkang ketika akan menetas. Mulut memiliki paruh yang terdiri atas maxilla dan mandibula dan terbuat oleh zat tanduk. Pada maxilla paruh terdapat lubang hidung (nares eksterna lubang hidung bagian luar dan nares interna lubang hidung bagian dalam)

•    Tungkai muka burung bermodifikasi menjadi sayap sehingga burung dapat terbang. Lengan burung bermodifikasi menjadi panjang dan jari tengah memanjang untuk menyokong bulu ketika terbang. Pada jari depan terpisah untuk menyokong bulu kecil (alula) yang fungsinya pada pergerakan aerodinamika. Jari belakang menyokong jari tengah dan tungkai belakang bermodifikasi untuk berjalan atau berenang maupun kedua-duanya. Umumnya memiliki jari yang satunya arah ke belakang (hallux) dan tiga lainnya ke belakang.

•    Tulang panjang dan vertebrae tidak memiliki epifisa. Tulang leher berbentuk sadel pada bagian tengah sehingga leher burung leluasa bergerak

•    Jantung terdiri atas 4 ruang

•    Tidak memiliki diafragma bernafas dengan paru-paru dan kantong udara. Fungsi kantong udara untuk menyimpan udara dan memanaskannya ketika terbang

•    Telur dilindungi oleh cangkang kapur. Pengeraman dapat dilakukan oleh satu induk atau keduanya.

•    Homoiterm

•    Sistem pernapasan Aves lengkap, meliputi mulut, esofagus (kerongkongan), tembolok, lambung kelenjar, empedal berdinding tebal (lambung otot), usus halus, usus besar, dan kloaka. Pada mulut terdapat kelenjar ludah. Di antara usus halus dan usus besar, terdapat usus buntu (sekum). Aves memiliki pankreas, hati, dan empedu.

•    Aves memiliki peredaran darah ganda, yaitu dalam sekali peredaran darah ke seluruh tubuh, darah melewati jantung dua kali.

•    Aves bersifat ovipar dan fertilisasi terjadi secara internal. Telur bercabang keras. Aves betina memiliki satu ovarium (di sebelah kiri tubuh) dan beberapa spesies mengerami telurnya.


5.     MAMALIA

Mamalia adalah kelas vertebrata yang utamanya dicirikan dengan adanya kelenjar mamae atau susu. Mamalia merupakan kelas tertinggi dalam kelas kingdom animalia dengan volume otak yang besar, relatif mampu menghadapi berbagai masalah alam karenanya dapat ditemukan pada hampir seluruh tempat di permukaan bumi. Mamalia diduga hadir di bumi pada periode Jurassic sekitar 180  juta tahun yang lalu. Mamalia dapat hidup diberbagai tipe habitat dibelahan bumi, mulai dari kutub sampai daerah khatulistiwa, sampai hutan dan gurun. Ada sekitar 5.488 spesies mamalia, 32% diantaranya merupakan endemik di Indonesia. Perburuan telah menjadi musuh besar populasi mamalia karena mengakibatkan berubahnya kepadatan, distribusi, dan demografinya. Laju penurunan tersebut semakin cepat karena perluasan lahan penduduk maupun industri.


CIRI – CIRI MAMALIA

•    Alat gerak mamalia yaitu sepasang anggota gerak  atas (tangan), dan sepasang anggota gerak bawah (kaki).

•    Sistem reproduksi mamalia secara fertilisasi pada hewan/animalia secara internal, dan ovovivipar

•    Sistem pernafasannya menggunakan paru-paru (pulmonum), terdiri dari mulut/ hidung – trakea – bronchus – bronchiolus – paru-paru.

•    Sistem ekskresi mamalia yaitu ginjal,kulit,hati,anus, testis.

•    Sistem pencernaan makanan mamalia melalui mulut lalu menuju kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus.

•    Sistem peredaran darah, jantungnya terbagi menjadi 4 ruang, 2 atrium, dan 2 ventrikel dan hanya memliki lengkung aorta  kanan.

•    Umumnya hidup di daratan, tetapi ada juga yang hidup di air

•    Tubuh mamalia memiliki rambut

•    Memiliki kelenjar mamae

•    Bersifat homoiotern atau berdarah panas sekitar suhi tubuh 36oC

•    Memiliki rangka pembentuk tubuh yang berfungsi sebagi pelindung organ di dalam tubuhnya.


SISTEM ORGAN MAMALIA

Secara umum, sistem organ manusia tidak jauh berbeda dengan sistem organ mamalia. Hanya ada beberapa organ yang berbeda dan memiliki fungsi khusus pada mamalia. Berikut penjelasan singkat mengenai sistem organ mamalia :

1. Sistem Pernapasan

Semua kelompok mamalia bernapas dengan paru-paru, termasuk mamalia akuatik. Selain kerja dari otot dada, denyut pernapasan juga dibantu oleh diafragma. Fungsinya adalah untuk mendapatkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida untuk memperoleh energy untuk kelangsungan gerak tubuh dan segala prosesnya dengan menyederhanakan senyawa organik untuk diedarkan ke seluruh tubuh.


2. Sistem Reproduksi

Organ perkembangbiakan atau reproduksi pada mamalia adalah testes, ovarium, uterus, vesica, seminalis, duktus epididimis, uretra. Mamalia melakukan fertilisasi internal, perkembangan embrionya terjadi didalam uterus dengan masa kandungan yang bervariasi. Sistem sirkulasi dan nutrisinya dihubungkan melalui plasenta yang menyalurkan nutrisi dari tubuh induknya.


3. Sistem Pencernaan

Saluran pencernaan terdiri dari mulut, esophagus, lambung, usus halus, usus besar dan anus. Pada mulut terdapat gigi yang pertumbuhannya disesuaikan dengan perilaku makan pada hewan bersangkutan. Mamalia karnivora memiliki gigi taring yang sangat berkembang. Mamalia herbivore memiliki gigi geraham yang dominan, taring tidak berkembang. Omnivore tidak menunjukkan adanya pertumbuhan jenis gigi yang dominan. Saluran usus pada hewan herbivore lebih panjang dibandingkan usus karnivora. Pada kelompok Ruminansia (memamahbiak) terdapat modifikasi yang agak berbeda dibandingkan kelompok lain.


4. Sistem Eksresi

Organ sistem ekstresi termasuk kulit, paru-paru, ginjal  dan hati. Ginjal mengatur pengeluaran dan keseimbangan cairan dari kandung kemih dengan mengeluarkan urin. Kulit juga mengeluarkan keringat yang merupakan bagian dari sistem ekskresi. Mamalia juga memiliki saluran pembuangan sisa pencernaan yang melalui anus dan saluran reproduksi melalui vagina dan penis.


5. Sistem rangka

Rangka mamalia terdiri atas dua bagian yaitu rangka aksial dan apendikular. Rangka aksial yaitu tulang tengkorak, tulang belakang, tulang dada, dan tulang selangka. Rangka spendikular terdiri dari tungkai atas yang disusun oleh tulang belikat, tulang lengan atas, tulang lengan bawah, tulang pengumpil, tulang hasta, tulang pergelangan tangan, tulang telapak tangan dan tulang jari. Penyusunan rangkanya tergantung pada jenisnya. Ada yang kurang dan lebih dalam sistem rangka normalnya.


6. Sistem Saraf

Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Otak relatif lebih besar volumenya dibandingkan kelompok vertebrata lain. saraf kranialnya terdiri atas 12 pasang. Sistem saraf mamalia terdiri dari sistem saraf pusat dan saraf tepi. Saraf pusat terdiri dari Otak dan sum-sum lanjutan, sedangkan sum-sum  tulang belakang terletak dalam  ruas-ruas tulang belakang. Sistem saraf mamalia sudah termasuk sistem saraf kompleks.


7. Sistem Sirkulasi

Sistem sirkulasi umumnya dilakukan oleh jantung dan pembuluh darah. Jantung terdiri dari empat ruang yang sudah terpisah sempurna dengan sirkulasi darah ganda. Dan sel darah merahnya tidak berinti. Pengiriman oksigen dilakukan melalui sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Sebagai hewan endotermik, mamalia membutuhkan lebih banyak oksigen dibandingkan hewan vertebrata lainnya
Previous
Next Post »